Sunday, 16 February 2014

Jibril a.s, Kerbau, Kelawar dan Cancing

Suatu hari Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya iaitu seekor Kerbau dan menanyakan pada Sang Kerbau adakah ia bersyukur setelah diciptakan Allah sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui Sang Kerbau.

KISAH JIBRIL DENGAN KERBAU
Di siang yang panas itu Sang Kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada Sang Kerbau, "Hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau". Sang Kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, daripada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelawar yang mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawapan itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui Seekor Kelawar.

KISAH JIBRIL DENGAN KELAWAR
Malaikat Jibril AS mendatangi Seekor Kelawar yang ketika itu sedang tidur tergantung dalam sebuah gua.Kemudian mulai bertanya kepada sang kelawar itu, "Hai kelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar daripada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab sang kelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

KISAH JIBRIL DENGAN CACING
Malaikat Jibril AS bertanya kepada Si Cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu syukuri setelah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, daripada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki Iman yang sempurna dan tidak beramal soleh, ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".

Subhaanallah,lihatlah bagaimana kita seorang manusia dilihat oleh seekor cacing. Cacing lebih bersyukur dijadikan sebagai seekor cacing,kerana dalam sabda Rasulullah "semua makhluk bisa mendengar azab kubur, kecuali jin dan manusia"


Di alam kubur, cacinglah yang menjadi saksi akan derita azab kubur yang mengerikan itu.cacing yang menemani kita ketika kita sudah mati.

No comments:

Post a Comment